Sebelum menuliskan tentang proposal hidup, saya ingin berbagi cerita tentang sebuah obrolan ringan melalui chat facebook dengan sahabat saya yang saya kagumi atas akhlak dan pribadinya yang teguh dan berkeyakinan kuat, emm juga berani dalam bertindak, yang membuka pikiran saya, tentang mimpi dan tujuan hidup saya, begini kurang lebih, saya sebut dia dengan sis aja buat disini, wehehe :3
Me : assalaamualaikum
siiiiiiiis
bantuin bikin life planniiiiiing
gimanaa gimanaaaa
life planning apa?
asiikk... yg udah mulai dewasa..
Me : ya life planning
binguuuung
tugas niiiii
Sis : hahhaaaa
hmm
sekarang usiamu berapa?
Me : 20
Sis : berarti sekitaran 30-40 tahunan ya
idealnya sih ya, usia 40 tahun tu mapan scara ekonomi
trus, anak2nya harus bs menghasilkan karya
Me : wew, kan anak2nya juga baru usia belasan
Sis : iya, tapi makin berkembang zaman tu anak2 jg makin berkembang
masak mau kalah?
Me : hoooooo
tapi bingungnya disuruh bikin per tahun T_T
Sis : hahahaa
mulai dulu dari rencana terjauh pengennya apa yg tercapai
jgn takut buat bermimpi
jujur aja apa yg pngen kmu capai :)
impianmu harus sejalan sama visi
Me : itu yg bikin bingung, aku ga punya mimpi yang jelas .___.
visi aja ga pernah bikin .___.
Sis : hahahahaha
gini deh, kalo aku tuh dari dulu memandang orang yang
hebat itu adalah orang yang paling banyak
bermanffaat bagi banyak org
jadi apapun jalan hidupku,
aku pengen bgt bs bermanfaat bgi bnyk org..
salah satunya aku pngn punya talent school
talent school buat anak2 jalanan...
aku pngen dobrak dan gali potensi mreka..
membuat mreka hdp lbh baik dari potensinya
mungkin bs memberi inspirasi :)
Me : hmm
Sis : galau? :p
Me : bukan galau juga
ak cuma bingung
ini kan life planning, ga boleh sembarangan
apakah life planning harus realistis?
Sis : iya...
emang harus realistis
tapi realistis itu kan subjektif
tergantung sp yang mandang
Me : trus kalau ga kecapai targetnya gmna?
soalnya ak kan juga blum ngerti dunia kerja juga
jadi masi ga bisa ngeprediksi hal2 yang
harus aku lakuin di tahun2 berikutnya .__.
Sis : nah makanya
planning itu dibuat sebagai arahan kemana hidupmu berjalan..
klo nggak punya tujuan yg jelas, bisa2 setiap kputusan yg kmu buat
bakal terombang ambing dan g jelas
life planning itu harus tetep ada tapi jangan saklak
Me : saklak itu apa?
Sis : kaku, ampun deh
Me : hahaha maap
tapi kalo ada force major, trus melenceng, gapapa kah?
pikiranku tuh ga asik sis,
blum nulis apa2
udah kebesit "kalo gini ntar gimana? kalo gitu ntar gimana?" .__.
Sis : hmm...
belajarlah utk berani
hidup itu akan indah warnanya klo berani :)
bayangin apa jadinya klo
Rasulullah SAW udah takut dluan sblum bergerak?
Me : jadi ketauan kan kalo aku pengecut wahaha
Sis : hmm... menurutku kmu tu g pengecut kok,
cuma kurang mau mencoba aja
ayo beranii...
disinilah kmu bljr gi.. inget kan di Al-Quran slallu blng
"Bersama kesulitan ada kemudahan".
Bahkan diulang smpe 2 kali
nah, mengerti itu berbeda dengan paham...
untuk paham ya harus coba..
dengan bgitu, keyakinanmu jadi mningkat gi..
emangnya apa sih yang kmu takutin?
kmu punya otak yang cerdas.
coba bandingin sama anak yang kuliah ditempat ecek2
(jgn bandingin sm sesama stan)
trus kmu normal. coba liat anak2 yang yg cacat mental atau fisiknya
Me : iyaa
aku cuma takut ga bisa ngebahagiain orang tua aja
Sis : nah itu kamu punya tujuan
Me : gara2 itu aku ga mau salah langkah
mending kalo ini nyangkut sama hidupku semata,
bisa aku eksperimenin sesuka hati
tapi ini kan menyangkut tanggung jawabku sama orangtua
jadi kayak kalopun ada jalan lurus
tapi banyak hambatan buat nyampe tujuan,
aku lebih milih jalan kelok kelok tapi dikit hambatannya
mungkin karena aku orang yang nikmatin kehidupan juga
jadi ga mau buru buru
Sis : hmm..
makanya biar g terjebak hal yang sama kmu harus punya kemantapan
tegas sama yang boleh dilakukan dan yang enggak
jgn ikuti jalur yang sama sperti yg udah diilakukan sblumnya gi :)
kuncinya BERANI
klo kmu bisa berani dan konsisten sama tujuan hidupmu,
insyaallah warna hidupmu akan berbeda
Me : hmm
makasi ya siis >_<
udh ada gambaran lah sekarang
walaupun aku harus ngegantungin keinginanku sndri
yang penting ortu mesti bahagia dulu
Sis : iyap
alhamdulillah
hehe
tinggal perlu dijelasin wujud ngebahagiain ortunya pngn ky gmn
disesuaikn sama apa yg kmu suka.. :)
katanya kmu suka berkebun ya?
hohoho
knapa g pengen punya usaha kebun?
Me : err
kok tau?
kebunnya buat hobi aja itu mah sis
buat refreshing kalo penat
ga mau dijadiin bisnis
Sis : klo tiap ktmu ladang/lahan kebun tu bayangin aja klo itu punyyamu
ngebayangin kan g bayyar
ahaha
kan dari hasil kebun yg halal n bebas pestisida tuh
bisa dibayangin manfaatnya buat org banyak gi,
brapa bnyk yg hidup dr kebunmu, bumi mu juga jadi terawat
itu kan keren
Me : ak ga mau kebanyakansis
bingung ntar ngurusnya .__.
trus hasilnya juga buat keluarga sama tetangga aja cukup
Sis : hahahaaaa
trus hasilnya juga buat keluarga sama tetangga aja cukup
ih, masak nggak yakin2 sih klo otakmu itu cerdas?
bisa giiii
bisaa
bnran bisa
itu sih kmu aja yg males
org males tu nggak akan mnjadi apa2 loo
blajarlah rajin
hehe
oiaa
aku boboo yaa
ngantuk bgt
Me : ahaha ketauan lagi kan kalo aku males
iyaaa
Sis : kebaca kaliii
Me : makasi banyak siiiiiis
Sis : iyaaa maaf y klo aku crewwet
heheeheee
Me : ahahahaha
gapapa ko
jarang juga disini ngobrol sama yg cerewet
Sis : assalaamualaikum
Me : waalaikumsalaam
Segitu mungkin, maap kalo kepanjangan ahahaha. Ternyata masalahku memang itu, aku kurang berani dalam mengungkapkan segala hal, mungkin dengan ini aku akan lebih berani..Innalloha ma'ana..
dengan ini saya bacakan dengan lantang proposal hidup saya
Ya Alloh, inilah proposal hidupku!
Semua teman-teman dan tetanggaku di kampung selalu berpikir bahwa aku itu orang yang jenius, padahal ini semua berkat takdir-Mu Ya Robb, walau sebenarnya banyak, banyak sekali yang lebih cerdas dan pintar dari hambamu ini, apalagi di kampus yang Engkau takdirkan sebagai tempatku menimba ilmu ini, tak terhitung banyaknya orang - orang cerdas yang berkumpul dari seluruh Indonesia, apalagi kelasku, Dandelion 3D, mereka sungguh luar biasa, semoga hambamu ini dapat berkarya dan membangun negara ini bersama mereka, aamiin..
Orang tuaku sudah berusia lanjut, si mamah udah 55th, dan si bapak udah 57th, sudah sepantasnya mereka menikmati masa lansia mereka, bukan malah memikirkan anaknya yang sedang dalam perantauan ini. Ya Alloh, hambamu sungguh bersyukur dilahirkan di keluarga ini, walaupun Bapak dan Ibuku cuma lulusan SD, dan si Bapak hanya bekerja sebagai kuli bangunan dan buruh tani, sedangkan si Mamah bekerja mengurus anak-anaknya berupa 6 bersaudara, saat ayah mereka pergi bekerja, aku sungguh merasa tidak kekurangan apapun. Pernah dulu aku berpikir untuk tidak melanjutkan kuliah, karena aku berpikir dari mana akan datangnya biaya ku itu, namun orangtuaku hanya tersenyum dan mengatakan "Nak, Bapakmu ini punya seribu satu cara untuk mendapatkan uang untuk biaya kuliah, kakak-kakakmu pun pasti akan dengan senang hati membantu biaya kuliahmu itu, kamu tenang saja." Dan dengan kuasa-Mu, aku bisa berada di kampus yang luar biasa ini, dan menunggu detik-detik kelulusan yang tinggal beberapa bulan lagi. Ya Robb, tolong lindungilah orangtua dan keluargaku, dan jauhkanlah mereka dari api neraka dan azab-Mu..
Ya Alloh, kakak- kakakku sudah berjuang keras untuk mendukungku saat aku menuntut ilmu di kampus ini hingga sekarang, baik itu dukungan moril ataupun finansial, terutama kakak keduaku, yang rela pergi jauh-jauh ke negeri Rumah-Mu, Baitulloh, untuk bekerja sebagai TKW selama bertahun - tahun, hanya untuk membelikan sebuah komputer jinjing, atau dalam bahasa sekarang disebut notebook atau laptop untuk adik bungsunya yang katanya sudah merengek minta dibelikan semenjak SMA, dan kakak ketigaku, yang berkerja sebagai PNS di Rumah Sakit Umum di daerahku, namun take-home-pay-nya hanya tinggal beberapa ratus ribu karena berhutang pada koperasi untuk membiayai kuliah adik bungsunya, di kampus STAN ini, semoga kelima kakak- kakakku Engkau berikan keselamatan dan kesejahteraan, maaf jika aku belum bisa membalas jasa mereka yang tidak terhitung besarnya, InsyaAlloh kalau aku lulus dari sini, aku akan membalas jasa mereka sedikit demi sedikit..
Tujuan hidupku, yaitu membahagiakan orangtuaku, membahagiakan kakak-kakakku, dan membahagiakan keluargaku yang akan aku bangun kelak, urutannya seperti itu, aku tidak akan membahagiakan keluargaku yang akan aku bangun sebelum membahagiakan kakak-kakakku, dan aku tidak akan membahagiakan kakak-kakakku sebelum aku membahagiakan orangtuaku, itulah nadzarku Ya Robb...
Mungkin dalam prosesnya, mimpi-mimpiku akan aku kesampingkan dulu, biarlah, ini jauh lebih penting..
Bahagia yang ingin aku definisikan disini adalah bahagia lahir dan bathin, bukan hanya materi semata, namun juga ketenangan pikiran dan ketenangan hati, menikmati hidup dengan harmoni, tanpa ada kemelut dan memikirkan segala macam, biarlah aku yang berpikir segala macam sebagai wakil dari orangtuaku dan kakak-kakakku, toh aku masih muda..
Untuk life planning itu sendiri, mungkin hambamu ini belum dapat menargetkan secara rinci, tentang usia dan tahun berjalan, yang hamba fokuskan adalah membahagiakan orangtuaku dan kakak - kakakku, hanya dengan kuasa-Mu lah tujuan hidup hamba ini dapat tercapai, hamba cuma dapat berjanji untuk tetap setia berikhtiar dan bertawakal kepada-Mu..
Mungkin hamba baru akan menikah setelah dapat membahagian orangtua dan kakak-kakakku, semoga jodohku yang telah Engkau pilihkan dapat setia untuk menunggu..
Ya Robb, tujuan akhirku, yang ingin hamba lakukan sampai akhir hayat adalah membimbing dan mendidik anak-anakku untuk hidup dan berjuang di jalanMu, ingin melihat mereka kelak bermanfaat bagi orang banyak, dan membuat lingkungan dan dunia tersenyum bangga akan mereka, melihat mereka mandiri, dan berlaku jujur kapanpun dan dimanapun, bahagia lahir dan batin, dan selalu memancarkan energi positif yang selalu menghangatkan hati orang banyak, dan membuat semua orang tersenyum, karena aku percaya, senyum tulus dapat menolong dunia ini dari keterpurukan. Jika hal itu sudah terlaksana, hamba ikhlas nyawa ini Engkau cabut dari raganya..
Inilah proposal hidupku Ya Robb..InsyaAlloh hamba akan selalu berikhtiar dan bertawakal untuk mencari Ridho-Mu di jalanMu, karena hanya Engkau lah satu-satunya Tuhanku, dan tempat dimana aku bisa memohon, karena Engkau Maha Segalanya. Ya Alloh, maaf jika sekiranya selama hidup di dunia hamba sering kali berkeluh kesah, dan membuat semuanya merasa sakit hati, hamba masih sebagai manusia yang tidak dapat luput dari khilaf..
Hanya dengan ridhoMu lah proposal ini dengan terlaksana, bimbinglah hamba agar tidak melebihi batas dan tetap berjalan di jalanMu. Semoga proposal ini dapat terealisasi Ya Robb, Engkau Maha Mendengar dan Maha Melihat, hanya Engkau-lah yang tahu baik dan buruknya hidupku, dan jika hidupku masih buruk, tolong baikanlah..Aamiin Ya Robbalalaamiin..
Bismillahirrohmanirrohim..
Andri Hendria Firgianto
8 Mei 2012

ninggal jejak dulu
ReplyDeletehahaha argya kampreeet
ReplyDeletekeeerennn gi life planningmu, rasanya mau meneteskan air mata apalagi kalo yg ada hubungannya sm orangtua dan keluarga, inget betapa keras perjuangan mereka buat kuliahin gue gi. Smg kita diberi kesempatan buat ngebahagian mereka gi, minimal buat mereka tersenyum :')
ReplyDeletewooo thanks man !
ReplyDeleteaamiin, mari berjuang man, buat ortu selalu tersenyum :D